15 November 2010

Tony Edwards, former manager of Deep Purple, died on November 11th at the London Clinic aged 78

A lot of you will know that I worked with Tony on projects to access and release the band's catalogue over many years, right up to just a couple of days before he died. His passing will leave a large gap in our lives. Tony had been subject to a number of serious problems over the last 18 months or so, but even during spells in hospital managed to keep in touch via his Blackberry and latterly iPad.

I think it was a measure of the man that even when we disagreed over things, which wasn't that often over some thirty years (and over 100 releases or more), it was still hard to get too angry with him. He was remarkably generous in allowing me to tackle many of the reissues as we saw fit, trusting in our judgement. The result has been a back-catalogue which more than did the band's music justice, and which was often the envy of fans of other groups.
Tony Edwards with Deep PurpleIt was without doubt Tony's love of spotting an opportunity which sparked life into the embryonic contacts between musicians which evolved into Deep Purple, and which he and business partner John Coletta (who died in 2006) sunk money into for a couple of years until the breakthrough album In Rock justified the faith of all concerned. My own memories of Tony are many; it wasn't being whisked around London in his old Bentley as a 20 year old that impressed me so much as his vintage Sherlock Holmes attire of a deerstalker and cape, old school even then and especially incongruous for a man who was at the time managing Toyah and Jayne "If You Don't Want To Fuck Me Fuck Off" County at the height of the punk era.

More interestingly to me Tony still retained a love of Deep Purple's music, not something many managers can ever be accused of. When we were working on clearing the BBC broadcasts for the first time, he rang up at some unearthly hour of the morning excited by hearing the old broadcasts for the first time, feelings which more than echoes my own at hearing this material in pristine shape for the first time. This week we'd been gathering our thoughts for a slew of exciting projects being developed for 2011 in connection with the anniversary of Smoke On The Water, in preparation for a meeting when he came out of hospital for what we understood was to be a short stay for some restorative surgery and physio work.

Deep Purple and their music have been a part of many of our lives for years, and while at the end of the day it was the musicians which created that often superb body of work, it was in large part Tony Edwards who helped sow the seeds back in the winter 0f '67. Thank you.


Photo: Tony Edwards on the far left with members of the band (and his business partner John Coletta far right) aboard the Starship in 1974.


-------------------------------------

Tidak ada komentar:

Formasi VIII (2002-saat ini)

Formasi VIII (2002-saat ini)
Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Don Airey & Steve Morse

Formasi VII (1994-2002)

Formasi VII (1994-2002)
Steve Morse, Roger Glover, Jon Lord, Ian Gillan, Ian Paice

Formasi VI (1993-1994)

Formasi VI (1993-1994)
Ian Gillan, Ian Paice, Joe Satriani, Roger Glover, Jon Lord

Formasi II-c (1992-1993)

Formasi V (1990-1992)

Formasi V (1990-1992)
Roger Glover, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Joe Lynn Turner & Ian Paice

Formasi II-b (1984-1990)

Formasi II-b (1984-1990)
Ritchie Blackmore, Ian Paice, Jon Lord, Roger Glover & Ian Gillan

Formasi IV (1975-1976)

Formasi IV (1975-1976)
David Coverdale, Jon Lord, Tommy Bolin, Ian Paice & Glenn Hughes

Formasi III (1973-1975)

Formasi III (1973-1975)
Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice, Glenn Hughes & David Coverdale

Formasi II-a (1969-1973)

Formasi II-a (1969-1973)
Roger Glover, Ian Paice, Ian Gillan, Ritchie Blackmore & Jon Lord

Formasi I (1968-1969)

Formasi I (1968-1969)
Rod Evans, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice dan Nick Simper

Pengikut

1967-1969

Salah satu pelopor musik Hard Rock kemudian berkembang menjadi Heavy Metal ini pada awal berdirinya merupakan ide dari bintang pop tahun 1960-an dan telah memperoleh kebesaran dengan band-nya, THE SEARCHER, dialah Christopher Crummy atau yang dikenal dengan nama Chris Curtis (Oldham, Lancs, tgl. 26 Agustus 1941).

Curtis melihat semakin berkembangnya musik Rock Progressive sehingga terbentuk suatu ide bersama rekannya di bisnis musik yang bersedia menolongnya.

Curtis mulai mendiskusikannya dengan Tony Edwards, yang bekerja di bisnis textile milik keluarganya di West End, London. Mereka pun diperkenalkan ke Vicki Wickham, seorang asisten produser acara TV : Ready, Steady, Go Pop Show.

Setelah setahun berjalan, secara formal Curtis lalu meminta pertolongan manajemen dan Edwards pun menghubungi teman bisnisnya, John Colletta, yang saat itu memiliki agen periklanan diatas perusahaan textile milik Edwards. Mereka lalu membuat keputusan untuk menggabungkan bisnis mereka dengan melakukan promosi band yang akan dibentuk Curtis.

Seiring dengan waktu, mereka sadar bahwa Curtis hanya memiliki mimpi besar yang hanya berisikan gagasan dan gagasan belaka. Sedangkan bagian yang paling nyata terletak kepada keberadaan teman Curtis yang juga musisi yang tinggal satu flat (Fulham's Gunter Grove) dengan Curtis, dialah Jon Lord.

Curtis pun masih bersemangat untuk membicarakan proyeknya tersebut dengan menampilkan kumpulan musisi terbaik. Salah satu musisi yang sangat diinginkan Curtis adalah Ritchie Blackmore, gitaris terkenal di Reeperbahn dan saat ini bermukim di Hamburg bersama kekasihnya, Babs.

Saat itu band telah terbentuk dengan formasi : Ritchie Blackmore (gitar), Jon Lord (organ), Chris Curtis (vokal), Dave Curtis (bass) dan Bobby Woodman Clarke (drum). Clarke merupakan referensi dari Blackmore berdasarkan promosi Melody Maker yang dibayar 25 Pound setiap minggunya. Sedangkan Dave Curtis tidak ada hubungannya dengan Chris Curtis.

Setelah melakukan jam, Blackmore melihat kelemahan Band terletak pada diri Chris Curtis sendiri, sehingga (sangat ironis) akhirnya Chris Curtis harus keluar dari Band disusul oleh Dave Curtis, sehingga Band hanya terdiri dari Blackmore, Lord dan Clarke saja.

Tak lama berselang, rekan Jon Lord semasa di The Flowerpot Men, Nick Simper (bass) ikut bergabung. Sedangkan untuk posisi vokal, Band telah melihat nama Ashley Holt, Rod Stewart dan Terry Raid.

Dari sekian pelamar, harapan terbesar terletak pada diri Mick Angus. Inkarnasi embrio ini ditambah lagi dengan saran Simper dan Lord untuk memilih Ian Gillan. Saat itu terjadi dilema apabila Gillan masuk ke dalam Band, sedangkan saat itu Gillan masih bergabung dengan EPISODE SIX.

Setelah kembali ke Slough dengan saat itu telah diberikan kepercayaan oleh Band, Angus mereferensikan teman akrabnya, Rod Evans.

Entah mengapa justru Rod Evans (ex. The Maze) bersama rekannya Ian Paice masuk kedalam Band. Dengan masuknya Paicey otomatis Clarke harus keluar dari Band.

Begitu banyak nama Band diusulkan seperti Orpheus dan Concrete God, namun Management mengusulkan nama Roundabout dan nama ini dipakai dalam tour.

Dalam tour di Tastrup, Denmark tgl. 20 April 1968, nama Band pun berubah menjadi DEEP PURPLE, yang diambil dari nama sebuah lagu favorit dari Neneknya Ritchie Blackmore.

Debut album Deep Purple, Shades Of Deep Purple direkam di bulan Mei 1968. Dalam relatif sangat singkat, hit single Deep Purple, Hush (dirilis bulan Juli 1968) menembus tangga lagu Amerika, dengan menduduki posisi no. 4.