17 Maret 2011

Fire In The Sky

Smoke On The Water, a rock song so ubiquitous that even people whose knowledge of ‘heavy metal’ music would fit onto the back of a packet of acoustic guitar strings can find themselves humming the riff.


These days Deep Purple’s best know composition is such a well-known rock ‘anthem’ that it almost seems as if it has been out there forever. Yet the story of how this most famous of metal tracks came into being is shot-through with chance events, any one of which could have seen the recording stifled at birth, leaving the hard rock music scene scrabbling about for another ‘best riff of all time” contender (and five hard-working musicians considerably less well-off).


Incredibly, while the song’s backing track was the first music laid down for the legendary Machine Head album, in the ensuing chaos of being evicted from their temporary studio and washing up in the corridors of the Grand Hotel, the tape was almost forgotten – until an engineer pointed out that they were indeed one track short of an album… Even after the legendary Geneva session was finished, Smoke On The Water might never have been played live at all were it not for a request from the BBC for a radio session.


And then the band’s American label decided to try a third time to get a single from the album away. The London office sent them an edit of Smoke On The Water and wondered if it might do the trick. It went on to sell 12 million copies.


This forthcoming book charts the events which led to the group to record the song in an empty Montreux hotel corridor in the winter of 1971, and follows the song through the different incarnations of the band and the solo groups which emerged from the wreckage of Deep Purple in 1976. New facts are uncovered and some myths laid to rest, while the writing takes us off on any number of interesting diversions, aided by the author’s close involvement in the band’s archive reissue programme over the last twenty years.

So expect a sideways look at the British Truck industry as we ponder the sad demise of the Rolling Stones Mobile Studio; marvel at early format wars (Smoke On The water in Quadraphonic anyone?); botched album sleeves; backstage rows over whether to play the song for an encore or not; pantomime horses; impossibly rare singles; religious finger puppets and orchestral cover versions: Smoke On The Water is the thread which links them all. And in these times of economic hardship, isn’t it inspiring to know that punitive tax rates were responsible for the band being exiled to Montreux in the first place ?


UPDATE November 2010 • Deep Purple’s recording session in Montreux was organised by the founder of the annual Jazz Festival, Claude Nobs. Claude – who is name checked in the lyrics to the song – has agreed to answer questions for the book to add eye-witness details about the events. The book in now scheduled for 2011 as part of celebrations to mark the 40th anniversary of the recording.




-------------------------
info --> easyontheeyebooks

Tidak ada komentar:

Formasi VIII (2002-saat ini)

Formasi VIII (2002-saat ini)
Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Don Airey & Steve Morse

Formasi VII (1994-2002)

Formasi VII (1994-2002)
Steve Morse, Roger Glover, Jon Lord, Ian Gillan, Ian Paice

Formasi VI (1993-1994)

Formasi VI (1993-1994)
Ian Gillan, Ian Paice, Joe Satriani, Roger Glover, Jon Lord

Formasi II-c (1992-1993)

Formasi V (1990-1992)

Formasi V (1990-1992)
Roger Glover, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Joe Lynn Turner & Ian Paice

Formasi II-b (1984-1990)

Formasi II-b (1984-1990)
Ritchie Blackmore, Ian Paice, Jon Lord, Roger Glover & Ian Gillan

Formasi IV (1975-1976)

Formasi IV (1975-1976)
David Coverdale, Jon Lord, Tommy Bolin, Ian Paice & Glenn Hughes

Formasi III (1973-1975)

Formasi III (1973-1975)
Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice, Glenn Hughes & David Coverdale

Formasi II-a (1969-1973)

Formasi II-a (1969-1973)
Roger Glover, Ian Paice, Ian Gillan, Ritchie Blackmore & Jon Lord

Formasi I (1968-1969)

Formasi I (1968-1969)
Rod Evans, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice dan Nick Simper

Pengikut

1967-1969

Salah satu pelopor musik Hard Rock kemudian berkembang menjadi Heavy Metal ini pada awal berdirinya merupakan ide dari bintang pop tahun 1960-an dan telah memperoleh kebesaran dengan band-nya, THE SEARCHER, dialah Christopher Crummy atau yang dikenal dengan nama Chris Curtis (Oldham, Lancs, tgl. 26 Agustus 1941).

Curtis melihat semakin berkembangnya musik Rock Progressive sehingga terbentuk suatu ide bersama rekannya di bisnis musik yang bersedia menolongnya.

Curtis mulai mendiskusikannya dengan Tony Edwards, yang bekerja di bisnis textile milik keluarganya di West End, London. Mereka pun diperkenalkan ke Vicki Wickham, seorang asisten produser acara TV : Ready, Steady, Go Pop Show.

Setelah setahun berjalan, secara formal Curtis lalu meminta pertolongan manajemen dan Edwards pun menghubungi teman bisnisnya, John Colletta, yang saat itu memiliki agen periklanan diatas perusahaan textile milik Edwards. Mereka lalu membuat keputusan untuk menggabungkan bisnis mereka dengan melakukan promosi band yang akan dibentuk Curtis.

Seiring dengan waktu, mereka sadar bahwa Curtis hanya memiliki mimpi besar yang hanya berisikan gagasan dan gagasan belaka. Sedangkan bagian yang paling nyata terletak kepada keberadaan teman Curtis yang juga musisi yang tinggal satu flat (Fulham's Gunter Grove) dengan Curtis, dialah Jon Lord.

Curtis pun masih bersemangat untuk membicarakan proyeknya tersebut dengan menampilkan kumpulan musisi terbaik. Salah satu musisi yang sangat diinginkan Curtis adalah Ritchie Blackmore, gitaris terkenal di Reeperbahn dan saat ini bermukim di Hamburg bersama kekasihnya, Babs.

Saat itu band telah terbentuk dengan formasi : Ritchie Blackmore (gitar), Jon Lord (organ), Chris Curtis (vokal), Dave Curtis (bass) dan Bobby Woodman Clarke (drum). Clarke merupakan referensi dari Blackmore berdasarkan promosi Melody Maker yang dibayar 25 Pound setiap minggunya. Sedangkan Dave Curtis tidak ada hubungannya dengan Chris Curtis.

Setelah melakukan jam, Blackmore melihat kelemahan Band terletak pada diri Chris Curtis sendiri, sehingga (sangat ironis) akhirnya Chris Curtis harus keluar dari Band disusul oleh Dave Curtis, sehingga Band hanya terdiri dari Blackmore, Lord dan Clarke saja.

Tak lama berselang, rekan Jon Lord semasa di The Flowerpot Men, Nick Simper (bass) ikut bergabung. Sedangkan untuk posisi vokal, Band telah melihat nama Ashley Holt, Rod Stewart dan Terry Raid.

Dari sekian pelamar, harapan terbesar terletak pada diri Mick Angus. Inkarnasi embrio ini ditambah lagi dengan saran Simper dan Lord untuk memilih Ian Gillan. Saat itu terjadi dilema apabila Gillan masuk ke dalam Band, sedangkan saat itu Gillan masih bergabung dengan EPISODE SIX.

Setelah kembali ke Slough dengan saat itu telah diberikan kepercayaan oleh Band, Angus mereferensikan teman akrabnya, Rod Evans.

Entah mengapa justru Rod Evans (ex. The Maze) bersama rekannya Ian Paice masuk kedalam Band. Dengan masuknya Paicey otomatis Clarke harus keluar dari Band.

Begitu banyak nama Band diusulkan seperti Orpheus dan Concrete God, namun Management mengusulkan nama Roundabout dan nama ini dipakai dalam tour.

Dalam tour di Tastrup, Denmark tgl. 20 April 1968, nama Band pun berubah menjadi DEEP PURPLE, yang diambil dari nama sebuah lagu favorit dari Neneknya Ritchie Blackmore.

Debut album Deep Purple, Shades Of Deep Purple direkam di bulan Mei 1968. Dalam relatif sangat singkat, hit single Deep Purple, Hush (dirilis bulan Juli 1968) menembus tangga lagu Amerika, dengan menduduki posisi no. 4.