28 Mei 2012

California Jam Book Announced

On April 6th, 1974, DEEP PURPLE appeared on stage at the California Jam festival at the Ontario Speedway in California.Taking top billing at the all-day event, and with great weather, Deep Purple and the other bands drew a crowd of around 165,000 people. It became the largest single-day paid attendance in US rock concert history. 


Deep Purple's standing at that time was enormous thanks to the massive success of Machine Head and 'Smoke On The Water' and the festival came towards the very the end of a lengthy American tour with David Coverdale and Glenn Hughes (joining founder members Ritchie Blackmore, Jon Lord and Ian Paice). This show was special though, to be televised across the country through the ABC TV network, and the band pulled out all the stops, cancelling all other shows on the west coast to stoke demand. 


Today their California Jam performance is rightly regarded as a classic by this line-up, but at the time pre-performance arguments almost saw them thrown off the bill before they'd even got on-stage. After Ritchie Blackmore's pyrotechnics (when he ignited trays of gasoline and almost blew himself, drummer Ian Paice and various roadies off stage) there were worries that the group would never work in America again. The show also saw the guitarist's legendary attack on an intrusive television camera with a Stratocaster. All thoughts of an encore went out of the window as roadies bundled musicians into waiting limos to get them over the state border before state police could be called in. 

This astonishing concert is now the subject of a new documentary book, Deep Purple at the California Jam, published in autumn 2012 by Rufus Stone Limited Editions. Collecting together hundreds of black and white and colour images from a number of photographers who had all area access to the concert (and rehearsals), the large 12" by 12" format presentation allows these images to shine. Most of the photographs have never been seen before and are being fully restored and colour corrected. 

 Backing the images up is a detailed and lengthy essay on the concert and the build-up to the performance, from the first meetings by the promoters through to the completion of the PA towers. The text is supported by an impressive collection of rare memorabilia including internal documents, set-lists, passes, posters, tickets and even the repair bills for the TV camera.





-----

Tidak ada komentar:

Formasi VIII (2002-saat ini)

Formasi VIII (2002-saat ini)
Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Don Airey & Steve Morse

Formasi VII (1994-2002)

Formasi VII (1994-2002)
Steve Morse, Roger Glover, Jon Lord, Ian Gillan, Ian Paice

Formasi VI (1993-1994)

Formasi VI (1993-1994)
Ian Gillan, Ian Paice, Joe Satriani, Roger Glover, Jon Lord

Formasi II-c (1992-1993)

Formasi V (1990-1992)

Formasi V (1990-1992)
Roger Glover, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Joe Lynn Turner & Ian Paice

Formasi II-b (1984-1990)

Formasi II-b (1984-1990)
Ritchie Blackmore, Ian Paice, Jon Lord, Roger Glover & Ian Gillan

Formasi IV (1975-1976)

Formasi IV (1975-1976)
David Coverdale, Jon Lord, Tommy Bolin, Ian Paice & Glenn Hughes

Formasi III (1973-1975)

Formasi III (1973-1975)
Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice, Glenn Hughes & David Coverdale

Formasi II-a (1969-1973)

Formasi II-a (1969-1973)
Roger Glover, Ian Paice, Ian Gillan, Ritchie Blackmore & Jon Lord

Formasi I (1968-1969)

Formasi I (1968-1969)
Rod Evans, Jon Lord, Ritchie Blackmore, Ian Paice dan Nick Simper

Pengikut

1967-1969

Salah satu pelopor musik Hard Rock kemudian berkembang menjadi Heavy Metal ini pada awal berdirinya merupakan ide dari bintang pop tahun 1960-an dan telah memperoleh kebesaran dengan band-nya, THE SEARCHER, dialah Christopher Crummy atau yang dikenal dengan nama Chris Curtis (Oldham, Lancs, tgl. 26 Agustus 1941).

Curtis melihat semakin berkembangnya musik Rock Progressive sehingga terbentuk suatu ide bersama rekannya di bisnis musik yang bersedia menolongnya.

Curtis mulai mendiskusikannya dengan Tony Edwards, yang bekerja di bisnis textile milik keluarganya di West End, London. Mereka pun diperkenalkan ke Vicki Wickham, seorang asisten produser acara TV : Ready, Steady, Go Pop Show.

Setelah setahun berjalan, secara formal Curtis lalu meminta pertolongan manajemen dan Edwards pun menghubungi teman bisnisnya, John Colletta, yang saat itu memiliki agen periklanan diatas perusahaan textile milik Edwards. Mereka lalu membuat keputusan untuk menggabungkan bisnis mereka dengan melakukan promosi band yang akan dibentuk Curtis.

Seiring dengan waktu, mereka sadar bahwa Curtis hanya memiliki mimpi besar yang hanya berisikan gagasan dan gagasan belaka. Sedangkan bagian yang paling nyata terletak kepada keberadaan teman Curtis yang juga musisi yang tinggal satu flat (Fulham's Gunter Grove) dengan Curtis, dialah Jon Lord.

Curtis pun masih bersemangat untuk membicarakan proyeknya tersebut dengan menampilkan kumpulan musisi terbaik. Salah satu musisi yang sangat diinginkan Curtis adalah Ritchie Blackmore, gitaris terkenal di Reeperbahn dan saat ini bermukim di Hamburg bersama kekasihnya, Babs.

Saat itu band telah terbentuk dengan formasi : Ritchie Blackmore (gitar), Jon Lord (organ), Chris Curtis (vokal), Dave Curtis (bass) dan Bobby Woodman Clarke (drum). Clarke merupakan referensi dari Blackmore berdasarkan promosi Melody Maker yang dibayar 25 Pound setiap minggunya. Sedangkan Dave Curtis tidak ada hubungannya dengan Chris Curtis.

Setelah melakukan jam, Blackmore melihat kelemahan Band terletak pada diri Chris Curtis sendiri, sehingga (sangat ironis) akhirnya Chris Curtis harus keluar dari Band disusul oleh Dave Curtis, sehingga Band hanya terdiri dari Blackmore, Lord dan Clarke saja.

Tak lama berselang, rekan Jon Lord semasa di The Flowerpot Men, Nick Simper (bass) ikut bergabung. Sedangkan untuk posisi vokal, Band telah melihat nama Ashley Holt, Rod Stewart dan Terry Raid.

Dari sekian pelamar, harapan terbesar terletak pada diri Mick Angus. Inkarnasi embrio ini ditambah lagi dengan saran Simper dan Lord untuk memilih Ian Gillan. Saat itu terjadi dilema apabila Gillan masuk ke dalam Band, sedangkan saat itu Gillan masih bergabung dengan EPISODE SIX.

Setelah kembali ke Slough dengan saat itu telah diberikan kepercayaan oleh Band, Angus mereferensikan teman akrabnya, Rod Evans.

Entah mengapa justru Rod Evans (ex. The Maze) bersama rekannya Ian Paice masuk kedalam Band. Dengan masuknya Paicey otomatis Clarke harus keluar dari Band.

Begitu banyak nama Band diusulkan seperti Orpheus dan Concrete God, namun Management mengusulkan nama Roundabout dan nama ini dipakai dalam tour.

Dalam tour di Tastrup, Denmark tgl. 20 April 1968, nama Band pun berubah menjadi DEEP PURPLE, yang diambil dari nama sebuah lagu favorit dari Neneknya Ritchie Blackmore.

Debut album Deep Purple, Shades Of Deep Purple direkam di bulan Mei 1968. Dalam relatif sangat singkat, hit single Deep Purple, Hush (dirilis bulan Juli 1968) menembus tangga lagu Amerika, dengan menduduki posisi no. 4.